Konferensi ICIM Dibuka, Isu Palestina Harus Terus Digaungkan

Jakarta (Suara-Islam) — Konferensi Internasional Media Islam (ICIM) yang bertujuan membahas dukungan bagi perjuangan pembebasan Masjidil Aqsha dan Kemerdekaan Palestina di gelar di Auditorium Adhyana Wisma antara, Jakarta, 25-26 Mei.

Konferensi bertajuk “Islamic Media United to Protect Islam and Muslim Interest Especially Palestine and Al-Quds Liberation, dibuka oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir.

“Kita harus mencari jalan keluar untuk persoalan kemanusiaan, termasuk bagi Palestina. Penyelenggaraan konferensi ini penting sebagai bagian dari upaya mengarusutamakan Palestina. Isu Palestina sebagai persoalan dunia harus terus digaungkan”, ujar Wakil Menlu.

Soal tema konferensi yang fokus pada penguatan pemberitaan Palestina, Fachir mengatakan media memiliki peran penting dalam perjuangan pembebasan negara tersebut. Peran media sosial juga tidak luput dari perhatiannya.

“Media dan media sosial memiliki kekuatan luar biasa. Obama menjadi presiden karena medsos, Husni Mubarak jatuh dari tampuk kepemimpinan juga karena medsos. Di sinilah seharusnya media Islam menguatkan perannya dalam memberitahukan tentang fakta dan kebenaran,” katanya.

Budayawan Taufiq Ismail membacakan Puisi pada acara pembukaan tersebut. Taufik Ismail membacakan puisi “Palestina, Bagaimana Kami Bisa Melupakanmu” di hadapan sekitar 300 peserta konferensi dari berbagai negara di dunia.

“Saya ciptakan puisi ini sekitar 27 tahun lalu, tentang bagaimana hati kita tertuju pada Palestina, Masjid Al-Aqsha,” ujarnya sebelum membacakan puisis itu.

Taufik Ismail budayawan kelahiran Bukit Tinggi 80 tahun silam itu, didampingi Prof Nabila Lubis yang menerjemahkannya dalam bahasa Arab, pun membacakan puisi yang ia ciptakan tahun 1989 atau 27 tahun lalu itu.

Panitia ICIM telah mengundang pemimpin redaksi kantor berita dan media massa dari 50 negara di dunia. Panitia juga menjadwalkan beberapa pembicara dari berbagai negara, diantaranya Jabil Dabahat (Chief Editor Kantar Berita WAFA, PAlestina), Dr. Daud Abdullah (Direktur Middle East Monitor/MEMO Inggeris), Dr. Shamsi Ali (Imam Masjid Amerika), KH. Yakhsyallah Mansur, MA (Ketua Steering Committee).

Menurut rilis ICIM menyebutkan, Persoalan Palestina dan Al-Aqsha selama ini hanya dipandang sebagai pertikaian politik antara Israel dengan Palestina. Bahkan penduduk Palestina diposisikan sebagai biang pemicu pertikaian. Hal ini menimbulkan persepsi keliru masyarakat internasional terhadap Palestina. Ini terutama karena lemahnya media-media Islam.

Karena itu, penyelenggaraan Konferensi  Internasional Media Islam ini dapat menjadi momen strategis di tengah semakin meningkatnya dukungan negara-negara di dunia terhadap kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsha dan dunia Islam pada umumnya.

Setelah Acara Pembukaan, acara konferensi dilanjutkan dengan sesi Potensi dan Peranan Media Islam dalam Penanganan Krisis Global. Tampil sebagai pembicara Dr. Shamsi Ali, dan Dr. Muhammad Azmi Abdul Hamid (Presiden MAPIM-Malaysia).

Red : Agusdin