MPSI Selenggarakan Rapat Kerja Nasional

Banten, SII.or.id —  Majelis Pendidikan Syarikat Islam Indonesia (MPSI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pandeglang, Provinsi Banten, 27 Desember 2017.

Rakernas yang akan berlangsung selama 2 hari tersebut akan diikuti oleh utusan Cabang-cabang MPSI dan perwakilan lembaga-lembaga pendidikan di bawah Yayasan Pendidikan Cokroaminoto dari seluruh Indonesia.

Drs. H. Dede Alwi Nurdin, M.Pd selaku Ketua Umum MPSI mengajak seluruh “stake holder” pendidikan di lingkungan Syarikat Islam Indonesia bahu membahu bergotong royong membangun pendidikan yang berkualitas dan profesional dan mengembangkan organisasi intra dan ekstra kurikuler seperti SEPMI, SEMMI dan Pandu SIAP.

Ketua Umum MPSI juga menegaskan Pasal 31 ayat 3 UUD 1945 jelas mengamanatkan pemerintah untuk menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan. melanjutkan saat ini pendidikan nasional yang formal terwujud dan bentuk sekolah. Sekolah di Indonesia, papar Dede Alwi, saat ini terdiri dari 50 juta siswa dan 2,6 juta guru. “Sistem ini merupakan sistem pendidikan terbesar ketiga di Asia dan bahkan terbesar keempat di dunia di belakang China, India dan Amerika Serikat,” Hanya saja, Dede mencatat, sampai kini sistem pendidikan nasional belum menemukan bentuknya yang efektif. Masih banyak masalah dan kekurangan.

Ia merinci kurikulum Pendidikan Nasional belum mewujud dengan baik, masih rumit dan ruwet. Sampai kini, Kurikulum Pendidikan Nasional masih belum jelas dan ajeg. Padahal, ujarnya, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. “Kurikulum mencerminkan falsafah hidup bangsa, ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan,” tegas Dede.

Selanjutnya faktor guru yang paling menentukan dalam hal baik atau tidaknya proses pendidikan, juga sarat masalah. Rata-rata kemampuan guru masih buruk. Hasil Uji Kompetensi Guru tahun 2015 menunjuk angka rata-rata 5,5. “Bagaimana mereka dapat mengajar dengan baik, kalau kompetensinya selemah itu?” ujar dia.

Meski masih menyisakan masalah, Fahmy meminta seluruh elemen masyarakat bahu membahu mewujudkan gerakan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dan di akhir wawancaranya dengan redaksi beliau berharap “Sejatinya sekolah dan universitas di bawah naungan lembaga pendidikan kaum Syarikat Islam Indonesia mempunyai SEPMI dan SEMMI serta Pandu SIAP” pungkasnya.

Red/Departemen Kominfo/ SI Indonesia