• Home »
  • Berita »
  • Nyanyikan Lagu PKI Genjer-Genjer, Konser Band Dibubarkan Polisi

Nyanyikan Lagu PKI Genjer-Genjer, Konser Band Dibubarkan Polisi

Mojokerto (Suara-Islam) — Sebuah Konser band indie di Kota Mojokerto bertajuk “Mojokerto Bujang Meriang 2” yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Mojopahit, sebelum tuntas terpaksa harus berhenti. Polisi membubarkan konser itu, karena salah satu peserta —kelompok band lokal Mesin Sampink— mendendangkan lagu Genjer-genjer yang dikenal sebagai lagu yang terkait dengan  organisasi terlarang  Partai Komunis Indonesia (PKI).
Lagu  Genjer-genjer  yang aslinya berirama langgam atau keroncong, oleh kelompok band Mesin Sampink diaransemen ulang (diremix) menjadi berirama reggae. Mendengar lagu tersebut, apapun iramanya, Polisi bersikap tegas menghentikan disaat lagu belum habis di bawakan. Sejumlah Petugas Polisi naik ke pentas, dengan cepat menggiring satu persatu personel Band Mesin Sampink turun dari pentas. Konser itu-pun, kendati belum usai dan masih ada beberapa kelompok band yang belum tampil,  dinyatakan berhenti dan dibubarkan.
Lima orang personel band Mesin Sampink—terdiri AFS (22 tahun) Vokalis Band, JM (28 tahun) Gitaris, JB (28 tahun) Drummer, RO (22 tahun) Bass, OS (27 tahun) Gitaris, kemudian bersama BJH (45 tahun) yang bertindak sebagai Event Organizer (EO), digiring ke Polres Mojokerto Kota.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Nyoman Budiarja, seperti dikutip Harian Surya membenarkan, Polisi memang membawa dan mengamankan lima orang personel band Mesin Sampink bersama seorang yang bertindak sebagai EO pergelaran konser sejumlah band tersebut. “Kini, kami tengah mendalami peristiwa itu,” tegas Kapolresta Mojokerto.
Lagu  Genjer-genjer yang dikenal menjadi lagu-nya PKI di sekitar tahun 1965. Dibawakan  dengan aransemen berbeda; berirama reggae. Band yang membawakan, seluruh personelnya masih belia. Lagu disuguhkan kepada penonton yang hampir keseluruhan juga terdiri dari Anak Baru Gede (ABG).
Dari keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, konser sejumlah band tersebut semula berjalan lancar dan cukup meriah. Namun suasana terasa berubah menegangkan, menyusul kelompok Band Mesin Sampink membawakan lagu Genjer-Genjer, dan sejumlah petugas Polisi naik ke pentas, menghentikan lagu yang belum selesai dibawakan tersebut, bahkan kemudian membubarkan konser, kendati masih ada beberapa kelompok band yang masih menunggu giliran tampil.
Keterangan lain mengungkap, dalam pemeriksaan Polisi, JM, Gitaris Band Mesin Sampink mengaku yang mendapatkan lagu tersebut, dari seseorang teman. Lagu kemudian diaransemen ulang dan  diubah ke irama reggae. Lagu kemudian segera dilatihkan ke seluruh anggota,  di sebuah studio musik di kawasan Magersari Kota Mojokerto.
Kelompok Band Mesin Sampink, selama 2015 silam , diantaranya sempat menggelar konser di Tanjungan Kemlagi, Pagar Luyung, Gedeg serta sejumlah tempat lain di Kabupaten Jombang. Pada setiap konser, lagu Genjer-Genjer di bawakan, dan luput dari perhatian petugas. Namun pada pergelaran (Konser) di Gedung Juang, Kampus Universitas Darul Ulum Kota Jombang, ketika membawakan lagu  Genjer-Genjer dihentikan oleh Mahasiswa.
Pada bagian lain, Kapolresta Mojokerto AKBP Nyoman Budiarja mengungkapkan, saat dilakukan pemeriksaan para personel Band Mesin Sampink mengaku setelah mendapatkan lagu tersebut, menilai cocok  untuk diaransemen ulang dan di mix dengan irama reggae. Jika dalam pemeriksaan ini ditemukan ada keterkaitan dengan penyebaran faham Komunis maupun PKI—tentu itu (personel band tersebut,red) sudah melanggar UU No 27 tahun 1999 tentang Kejahatan terhadap Keamanan Negara.
Rep : Muhammad Halwan
Sumber: Harian SURYA