Romadhon Datang Lagi

Oleh : Ferry Aspari*

Romadhon datang lagi, kawan
Meski datang setiap tahun
Romadhon bukanlah tradisi

Meski sering disikapi dg berbagai cara, bahkan upacara
Romadhon bukan peristiwa budaya

Romadhon adalah bulan disyari’atkannya :
Ibadah Berpuasa
Sholat Tarawih
Shodaqoh dan Fidyah
I’tikaf di masjid
Zakat Fithri
Berpedoman hidup dg al Qur-an.

Puasa bukanlah memindahkan waktu makan dan minum
dari siang kepada malam hari
apalagi dengan memanjakan lidah dan perut
dengan makanan dan minuman yang lezat
sehingga menjadi lebih konsumtif
membuat harga bertambah tinggi melambung ke langit
semakin menjepit fakir miskin
yang hidup sempit dan sakit

Puasa adalah cara Allah mengajarkan kita lebih mementingkan ruhani dari pada jasmani
agar kualitas kita tidak sama dengan bahkan lebih rendah dari binatang ternak dan syaithon.
medidik kita untuk meninggalkan berhala materi dan materialisme

Romadhon datang
sesungguhnya mengingatkan kita bahwa usia kita bertambah dan umur kita makin dekat dg kematian

Kematian bukanlah akhir kehidupan
Kematian adalah awal kita memasuki gerbang kehidupan akhirat
yang kekal
yang abadi

Romadhon datang
juga untuk mengingatkan
bagi pengidap penyakit kejiwaan “Islamophobia”
yang anti kepada syariat Islam,
apriori terhadap simbol dan ajaran Islam
bahwa tidak perlu takut dg syariat Islam
nyatanya kalau satu syari’at sj dilaksanakan dg baik, benar dan melibatkan semua pihak
melibatkan rakyat dan pemerintah, seperti ibadah Puasa,
maka hidup dan kehidupan menjadi indah dan harmoni
Apa lagi syariat Islam dilaksanakan secara utuh menyeluruh!

Sungguh, ketika Romadhon datang kita diingatkan lagi betapa Allah swt
Maha Pengasih kepada semua makhlukNya
Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya yang taat kepadaNya dan ikhlash melaksanakan Islam seluas-luasnya dan sepenuh-penuhnya.

Manfaatkanlah Romadhon untuk meraih kemulyaan diri bukan dg materi, harta dan kedudukan tapi ketaatan kpd Allah swt dg amalan yg dicontohkan NabiNya dan RasulNya: Muhammad saw.

Marhaban Yaa Romadhon 1437 H
Billaahi fie sabilil haq.

* Sekjend Dewan Pusat Syarikat Islam Indonesia