Terkait Muslim Rohingya, PB Pemuda Muslim Minta Sikap Tegas Pemerintah Indonesia

Jakarta (SII.or.id) — Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia menyampaikan pernyataannya yang meminta pemerintah bersikap tegas terkait Muslim Rohingnya.

“Indonesia sebagai sebuah negara yang bertetangga dengan Myanmar harus secara proaktif mendorong nilai-nilai perdamaian dan penyelesaian konflik yang bermartabat melalui program diplomasi maupun forum-forum internasional,” Ujar Ketum PB Pemuda Muslimin Indonesia Muhtadin Sabili dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Ketum PB Pemuda Muslimin Indonesia menilai apa yang terjadi di Myanmar tentu tidak bisa dilepaskan dari persoalan kawasan ASEAN karena aksi eksodus besar-besaran pengungsi Rohingya di akhir tahun 2015 yang lalu menjadi persoalan yang berdampak langsung terhadap negara-negara sekitarnya.

“Prinsip-prinsip netralitas ASEAN terhadap urusan dalam negeri anggotanya harus mampu mendesak Pemerintah Myanmar melakukan langkah-langkah pencegahan konflik dan perlakuan kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingya,” katanya menegaskan.

Ia pun mengingatkan bahwa pemerintah Indonesia tahun lalu sudah melakukan langkah-langkah mediasi terkait dengan Rohingya sehingga ada baiknya untuk mengingatkan kembali komitmen negara tersebut.

“Pada zaman informasi yang terbuka seperti saat ini, sumber informasi tidak lagi bermakna tunggal dan berjalan linier. Sensitivitas sebuah negara kawasan terhadap perilaku kekerasan yang menyebabkan korban tentu tidak hanya dengan kebijakan tanpa sikap,” kata Muhtadin Sabili.

Terkait  dengan masalah etnis Muslim Rohingya  di Myanmar,  PB Pemuda Muslim meminta kepada Pemerintah Indonesia mengambil sikap politik lebih tegas kepada Myanmar. Pemuda Muslimin Indonesia meminta Pemerintah agar menarik Dubes Indonesia untuk Myanmar dan memberikan sanksi keras pada Pemerintah Myanmar.