BERITA KOMPAS, 26 Desember 1972

Sementara itu DPP PSII hasil Pilihan Majlis Tahkim di Majalaya bulan Juli 1972, pada hari Senin 25 Desember 1972 kemarin telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kejadian itu, Peryataan DPP PSII yang ditandatangani oleh LT (Lajnah Tanfidziyah) HM.CH.Ibrahim (Presiden), Wartono Dwijoyuwono (Sekjen) Bustamam SH, (Presiden Dewan Partai) serta HAR. Mustafa Kamil (Sekjend Dewan Partai), menegaskan bahwa sesuai dengan ketentuan dan tradisi partai kepemimpinan PSII tidak dapat diambil alih oleh siapapun, kecuali oleh Badan Penggenggam kekuasaan Partai yang memilih DPP PSII, yaitu Majlis Tahkim (Kongres Nasional) DPP. PSII dengan berpedoman selalu membela partai dari bencana perpecahan, dewasa ini sedang berusaha mendapatkan penyelesaian yang sebaik-baiknya dari persoalan intern PSII tersebut.

DPP PSII hasil pilihan Majlis Tahkim ke XXXIII akan meneruskan tugas-tugas kepemimpinan. PSII sesuai dengan keputusan-keputusan Majlis Tahkim ke XXXIII sebagaimana biasa. DPP PSII mengajak segenap kaum partai untuk bersikap tenang dan waspada menjalankan tugasnya masing-masing sebagaimana biasa dan lebih mempererat persauclaraan antara sesama kaum partai, dalam rangka ikut membantu Pemerintah menciptakan ketenangan dan ketentraman khususnya dalam menghadapi sidang Umum MPR bulan Maret 1973. Demikian pemyataan DPP PSII hasil pemilihan Majlis Tahkim yang disampaikan kepada press siang kemarin dirumah Ny. Arudji Kartawinata, Jl. HOS. Cokroaminoto 16.