Pengesahan Anggaran CSI (Central Syarikat Islam)

Makin hari semakin bertambah banyaklah berdirinya Lokal-lokal Syarikat Islam dimana-mana. Untuk memimpin gerak dan langkah lokal-lokal Syarikat Islam tersebut, maka pada tahun 1951 dibentuk sebuah Majelis “Central Syarikal Islam” (CSI), dimana duduk dalam pimpinannya antara lain ketua OS Cokroaminoto, Abdul Muis dan R. Sosrokardono. Pada tanggal 18 Maret 1916 Anggaran Dasar dari Central Syarikat Islam Indonesia itu diakui sah oleh Pemerintah Kolonial dan mendapat rechtspersoon. Dalam maksud dan tujuannya dari Anggaran Dasar tersebut dijelaskan sebagai berikut:

“Mengusahakan berdirinya perkumpulan-perkumpulan yang hendak mengangkat derajat   kehidupan   rakyat,   baik   jasmani,   maupun   rohani,   memberikan pertolongan kepada sekalian perkumpulan-perkumpulan Lokal Syarikat Islam Indonesia yang menggabungkan diri, baik berupa tunjangan maupun nasehat, mengusahakan supaya perkumpulan lokal itu terkait erat antara yang satu dengan yang lain, dan bekerja sama disegala lapangan, mempertahankan hak-hak Islam dan meluaskan syi’ar agama itu”. Perlu ditambah penjelasan disini, bahwa dalam kartu anggota perhimpunan Cantral Syarikat Islam Indonesia, yang dikeluarkan tanggal 23 Oktober 1917 dan ditandatangani oleh Ketua OS Cokroaminoto sebagai Voozitter, dan Sosrokardono sebagai Sekretaris, kecuali dicantumkan lambang Bulan Bintang berwarna merah dibagian muka juga dibagian belakang dari kartu tersebut dilukiskan gambar yang sangat indah dan mempunyai arti yang penting sekali, dimana antara lain tercantum gambar banteng dalam sebuah lingkaran besar berbentuk hati. Dengan lukisan tersebut tergambar bahwa hati dan jiwa bangsa Indonesia di dalam memperjuangkan kemerdekaan itu adalah berjiwa Banteng. Dan dalam lingkaran besar yang berbentuk hati itu selain dilukiskan gambar banteng juga tercantum kata-kata dalani huruf Jawa Mardiko yang artinya Merdeka dan Kawoso artinya Berkuasa dan dibawah gambar banteng tercantum pula semboyan dalam bahasa Indonesia huruf Arab yang berbunyi: Kemauan, kekuatan, kemenangan. Diatas lingkaran besar berbentuk hali itu terpancar sinar matahari, bulau dan bintang yang terkumpul dalam satu bunderan, dan sekitar sinar cahaya tersebut tercantum ayat suci Al-Quran yang berbunyi: Innamal Mu’minuna Ihwatun artinya Sesungguhnya sekalian orang Mukmin itu bersaudara dan tercantum semboyan perjuangan yang berbunyi Billahifii sabilil-haq yang artinya, Dengan pertolongan Alloh kita menuju jalan yang benar. Selanjutnya disekeliling lingkaran besar yang berbentuk hati itu pula bermacam-macam alat senjata dan alat perjuangannya, seperti keris, cakra, panah, rencong, tombak, dan sebagainya, demikian pula digambarkan tujuan perjuangan adil makmur, yaitu dengan adanya lukisan gambar timbangan dan gambar padi. Pada bagian bawah dicantumkan Hadis Nabi Muhammad saw, yang berbunyi: Al-Mu-minu Lil Mu-minikal-bunyan, yasuddu ba’dhubu badho artinya: Hubungan antara orang mukmin dengan orang mukmin itu adalah seperti sebuah bangunan sedang dibagian paling bawah dicantumkan gambar ketua OS. Cokroaminoto. Kartu anggota semacam itu masih banyak tersimpan baik-baik oleh keluarga yang orang tuanya dahulu menjadi anggota Syarikat Islam Indonesia. Untuk keterangan tentang kartu anggota tersebut dibawah ini saya terakan lukisan gambar yang disusun oleh beliau tahun 1917.